Membandingkan Tinggal di Asrama, Kos dan Indekos

Tentang tempat tinggal Sebagai pelajar paruh waktu yang menuntut ilmu di salah satu kampus luar…

Membandingkan Tinggal di Asrama, Kos dan Indekos

Tentang tempat tinggal

Sebagai pelajar paruh waktu yang menuntut ilmu di salah satu kampus luar kota, memang menjadi hal yang seharusnya apabila menjadi anak rantau, terlebih saat pertama masuk belum ada tanda-tanda Corona yang menyebar seperti sekarang ini. Pilihan tinggal pun beraneka ragam, bagi yang tidak mempunyai saudara di tempat yang sama dekat kampus, tinggal di asrama, kos atau indekos menjadi paling banyak dipilih. Selain untuk melatih kemandirian, alasan lain seperti lebih bebas tanpa rasa sungkan nan tidak enak juga menjadi latar belakangnya. Nah, disini saya ingin menceritakan pengalaman saya antara tinggal di asrama, kos dan indekos.

Tentu masing-masing tempat itu mempunyai plus minusnya.

1. Asrama

Pilihan tinggal di asrama jatuh karena saat menjadi mahasiswa baru saya belum tahu seluk-beluk kota yang akan saya tinggali tersebut. Jadilah asrama yang disediakan kampus menjadi pilihan paling simpel. Tinggal di asrama tentunya dibarengi dengan rentetan peraturan yang harus dipatuhi penghuninya, dan peraturan tersebut memang terbilang lebih banyak dan tertulis pada lembar persetujuan yang harus ditandatangani saat akan masuk asrama. Seperti tidak boleh berisik malam-malam sehingga mengganggu mahasiswa lain, pulang diatur sampai jam berapa, tidak boleh sembarang membawa teman numpang menginap, dan berbagai kegiatan yang harus diikuti seperti pengajian setiap minggunya. Untuk orang-orang yang menyukai kebebasan, sebaiknya tidak tinggal di asrama, namun lain hal untuk anak yang suka bersosialisasi dan terbiasa disiplin, tinggal di asrama mungkin akan recomended.

Sisi plusnya tinggal di asrama yang tidak ditemukan pada kos adalah rasa peduli teman satu kamar, jika ada yang sakit maka teman lain akan sebisa mungkin membantu mengurus keperluan makan dan sebagainya. Kita juga akan menjumpai banyak orang dengan latar belakang dan tempat asal yang berbeda-beda. Kebiasaan seperti antri mandi karena kamar mandi yang harus berbagi dengan yang lain, jadwal bersih-bersih kamar, dan perbedaan tidur antara lampu dimatikan dan dinyalakan harus segera mungkin disesuaikan supaya tidak menimbulkan percekcokan.

Karena masing-masing penghuni asrama berasal dar mahasiswa rantau yang berbeda daerah, tak jarang ketika liburan usai dan kembali ke asrama, kita akan merasakan berbagai macam makanan khas yang dibawa oleh teman sekamar kita dari kampung asalnya. Satu lagi, kita juga harus selektif untuk mengelompokkan barang-barang pribadi kita, bukan tidak mungkin akan saling tertukar dengan teman sekamar apabila asal menempatkan. Sejujurnya tinggal di asrama tidak semenyeramkan yang selama ini dibayangkan, kuncinya hanya nurut saja dengan aturan yang sudah dibuat dan tidak usah neko-neko.

2. Kos

Senyaman apapun tinggal di asrama, pasti akan ada saatnya kita harus keluar karena bergantian dengan adik tingkat yang baru masuk kuliah. Pilihan selanjutnya ya tinggal di kos-kosan. Sungguh, disini saya mengalami culture shock yang cukup besar. Pasalnya berawal dari tinggal di asrama yang ini itu harus sesuai peraturan, di kos justru sebaliknya, kita bisa melakukan apa saja dari hal-hal yang sebelumnya di asrama menjadi larangan. Seperti pulang mau jam berapapun tidak ada yang peduli, selama kunci gerbang dan kamar kita yang juga memegang tentunya. Kamar tidur pun lebih terjaga privasinya karena hanya ditempati seorang diri, kita lebih bebas membawa banyak kebutuhan pribadi tanpa merasa sungkan karena ada penghuni lain.

Kita juga tidak terpaut dengan jadwal bersih-bersih kamar, kapanpun kita mau membersihkan ya saat itu juga dilakukan. Tinggal di kos selain karena kebebasannya, tentu juga cocok untuk mahasiswa tingkat akhir yang membutuhkan ketenangan dalam menyelesaikan tugas-tugas akhir yang cukup berat daripada semester awal. Karena saat tinggal di asrama, dimana kita harus berbagi ruangan dengan orang lain, akan sulit untuk mencari ketenangan dalam menyelesaikan tugas.

3. Indekos

Pernah saya merasakan beberapa bulan tinggal di indekos karena sudah kehabisan kos-kosan. Perbedaan kos dan indekos adalah, di indekos itu tidak seperti kos-kosan yang memang bangunannya hanya berisi deretan kamar, indekos itu seperti rumah umumnya yang cukup besar dengan banyak kamar di dalamnya, dan umumnya ibu pemilik kos juga tinggal di tempat yang sama tersebut. Jadilah aturannya tidak jauh berbeda dengan asrama, hanya saja tidak ada kegiatan rutinan seperti saat di asrama. Satu hal yang membuat tidak enak saat tinggal di indekos adalah, kita akan merasa sungkan saat akan melakukan berbagai hal, itu karena rasa tidak enak dan seolah-olah ada yang sedang mengawasi, walaupun ibu kosnya mungkin santai santai saja. Kita hanya merasa akan bebas melakukan apapun ya hanya saat di kamar sendiri.

Tinggal di indekos lebih cocok dilakukan untuk anak yang malas bersosialisasi dengan dunia luar, karena dijamin lebih nyaman saat hanya mendekam diri di kamar. Salah satu keuntungan tinggal di indekos adalah saat ada kerusakan seperti lampu atau kran air yang mati, kita bisa langsung memberitahukan kepada ibu kos dan meminta untuk diperbaiki secepat mungkin.